Showing posts with label Cake. Show all posts
Showing posts with label Cake. Show all posts

Friday, July 14, 2017

Bika Ambon

Bika Ambon

     Bika ambon adalah sejenis penganan asal Indonesia. Terbuat dari bahan-bahan seperti telur, gula, dan santan, bika ambon umumnya dijual dengan rasa pandan, meskipun kini juga tersedia rasa-rasa lainnya seperti durian, keju, dan cokelat. Bika ambon biasanya dapat bertahan dalam kondisi terbaik selama sekitar empat hari karena setelah itu kue tersebut mulai mengeras.

     Bika ambon dikenal sebagai oleh-oleh khas Kota Medan, Sumatera Utara. Di Medan, Jalan Mojopahit di daerah Medan Petisah terdapat sedikitnya 30 toko yang menjual kue ini. Setiap toko di lokasi ini bisa menjual lebih dari 1.000 bungkus bika ambon perhari apabila menjelang hari raya.Diperkirakan, sebutan bika ambon muncul dari kebiasaan masyarakat yang dahulu baru mengenal bika yang diproduksi di Jalan Ambon, Medan. Penyebutan bika ambon akhirnya menjadi tradisi seiring dengan berkembangnya industri makanan ini


Bahan :
  • 340 gram Tepung Tapioka
  • 11 gram / 1 bungkus instant yeast 
  • 12 butir telur
  • 340 gram gula pasir
  • 680 ml Santan 
  • 1,5 sdt garam
  • sedikit pasta pandan
  • 5 lembar daun jeruk purut 
  • tambahan bahan: 1 sdt Vanilla cair
Cara Membuatnya :
  1. Campur tepung tapioka dan instant yeast.
  2. Mixer telur dengan 100 gr gula pasir sampai gula larut. Masukkan kedalam campuran tepung tapioka, mixer sebentar sampai tercampur rata.
  3. Masak santan, daun jeruk purut, garam dan gula pasir dalam panci, sampai gula larut. (tidak perlu sampai mendidih)
  4. Masukkan santan kedalam adonan telur, aduk rata, istirahatkan adonan selama 1,5 jam sampai adonan 2x volume. Adonan akan menjadi sekitar 2300 ml.
  5. Panaskan oven 160° C.
  6. Setelah Oven cukup panas, Aduk pelan adonan, terutama dibagian bawah bowl biasanya ada adonan tapioka yang mengendap.
  7. Bagi dua adonan, masing-masing 1150 ml. Jika suka tambahkan vanilla cair kedalam adonan dan aduk rata. Tuang adonan tanpa warna kedalam loyang yang sudah dilapis kertas baking.
  8. Tambahkan beberapa tetes pasta pandan kedalam adonan yg kedua, aduk pelan sampai warna tercampur rata. Tuang adonan hijau kedalam loyang yang lain.
  9. Panggang bika ambon, letakkan loyang dibagian bawah dan tengah, agar permukaan bika ambon tidak hangus, dengan api atas dan bawah selama 30 menit. Tutup loyang dibagian atas dengan alumunium foil untuk menghindari permukaan kue berwarna kecoklatan.
  10. Setelah 20 menit, tukar loyang yang bagian bawah keatas, agar kue matang merata. Setelah tes kematangan, angkat dan sajikan.

Thursday, July 13, 2017

Kue Putu

Kue Putu

     Kue putu adalah jenis makanan Indonesia berupa kue yang berisi gula jawa dan parutan kelapa, tepung beras butiran kasar. Kue ini di kukus dengan diletakkan di dalam tabung bambu yang sedikit dipadatkan dan dijual pada saat matahari terbenam sampai larut malam. Suara khas uap yang keluar dari alat suitan ini sekaligus menjadi alat promosi bagi pedagang yang berjualan.

    Kebanyakan warna dari kue putu ini adalah putih dan hijau. Sejumlah pedagang masa kini mengganti bambu dengan pipa PVC dengan alasan kepraktisan, meskipun dari segi kesehatan penggunaan PVC membahayakan. Putu versi Bugis (Sulawesi Selatan) memakai beras ketan hitam tanpa gula. Putu dimakan dengan taburan parutan kelapa dan sambal. Putu Bugis hanya dijual pagi hari sebagai pengganti sarapan yang praktis.

     Kue putu sendiri sudah merambah ke negara lain, seperti Singapura dan Malaysia, meskipun nama dan bentuk untuk kue ini sedikit berbeda, tetapi rasanya sendiri sama dengan kue putu tradisional Indonesia itu sendiri.



Bahan:
  • 375 gram tepung beras kering
  • 125 gram gula merah, iris tipis
  • 300 ml air
  • ½ sdt garam
  • 2 lembar daun pandan
  • ½ sdt pewarna hijau
  • 150 gram kelapa parut, kukus dengan sedikit garam
Cara membuat :
  1. Rebus air bersama garam, daun pandan dan pewarna hijau hingga mendidih. Angkat, biarkan hangat lalu tuangi ke dalam tepung beras sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan tangan hingga berbutir-butir halus.
  2. Siapkan saringan kasar, masukkan adonan tepung, gosok-gosokkan hingga adonan tepung berbentuk butiran halus, tampung.
  3. Ambil cawan ukuran 30 ml, tuang ½ sdm adonan tepung, lubangi bagian tengahnya dengan telunjuk, masukkan gula merah, tutup dengan ½ sdm adonan tepung tetapi jangan di tekan, ratakan.
  4. Balikkan cetakan yang berisi adonan ke atas loyang datar beralas daun pisang, angkat cetakannya. Atur jarak antara adonan yang sudah dicetak, jangan berdekatan.
  5. Kukus dengan api besar hingga 10 menit, angkat lalu sajikan selagi panas dengan taburan kelapa.

Sunday, July 9, 2017

Roti Buaya

Roti Buaya



     Roti buaya adalah hidangan Betawi berupa roti manis berbentuk buaya.Roti buaya senantiasa hadir dalam upacara pernikahan dan kenduri tradisional Betawi.  Suku Betawi percaya bahwa buaya hanya kawin sekali dengan pasangannya; karena itu roti ini dipercaya melambangkan kesetiaan dalam perkawinan.Pada saat pernikahan, roti diletakkan di sisi mempelai perempuan dan para tamu kondisi roti ini melambangkan karakter dan sifat mempelai laki-laki. Buaya secara tradisional dianggap bersifat sabar (dalam menunggu mangsa). Selain kesetiaan, buaya juga melambangkan kemapanan. Akan tetapi kini dalam simbolisme budaya modern, makna buaya berubah menjadi hal yang buruk, misalnya buaya judi, buaya minum (pemabuk) dan buaya darat (orang yang mata keranjang).


Bahan :
  • 500 gr terigu
  • 30 gr susu bubuk
  • 30 gr gula pasir
  • 30 gr mentega
  • 1 sdm gist
  • 500 cc air
  • garam secukupnya
Cara Membuat :
  1. Campur dan aduk jadi satu bahan kering; tuangi air, aduk hingga tercampur, masukkan mentega, aduk hingga menjadi adonan
  2. Diamkan 45 menit hingga mengembang
  3. Potong-potong adonana masing-masing 50 gram, pulungi dan biarkan 15 menit
  4. Bentuk adonan yang telah dipulung menyerupai buaya, letakkan diatas loyang yang telah diolesi blue band, biarkan mengembang kembali 45 menit
  5. Panggang hingga kuning kecoklatan dan matang, hidangkan.

Tuesday, July 4, 2017

Pukis

Pukis



      Pukis adalah sebuah kue khas Indonesia. Kue ini dibuat dari adonan telur, gula pasir, tepung terigu, ragi dan santan. Adonan itu kemudian dituangkan ke dalam cetakan setengah bulan serta dipanggang di atas api (bukan oven). Pukis dapat dikatakan sebenarnya adalah modifikasi dari kue wafel. Variasinya bermacam-macam, diberi taburan coklat butir, keju, selai nanas, sukade (manisan buah, biasanya dari pepaya dan dipotong kecil kecil serta berwarna warni ) atau kacang. Kue pukis memiliki bentuk dan warna yang khas. Bagian atasnya berwarna kuning dan bagian bawahnya kecoklatan. Pukis mudah dijumpai di toko-toko kue maupun penjual kaki lima di Indonesia. Dan karena mudah dijumpai kue ini jarang disajikan pada pesta-pesta.




Bahan
  • 250 gram tepung terigu protein sedang
  • 125 gram gula pasir
  • 100 ml santan
  • 3 butir telur
  • 15 gr margarin, lelehkan
  • 50 ml air suam kuku
  • 1 sdt ragi instan
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt vanili bubuk
  • Coklat butiran dan parutan keju untuk topping
  • Margarin untuk olesan cetakan
Cara Membuat 
  1. Masukkan ragi instan kedalam air suam kuku, aduk kemudian sisihkan dan biarkan hingga ragi larut.
  2. Kocok telur bersama gula pasir sampai mengembang. Campurkan tepung terigu, garam, dan vanili bubuk. Masukkan kedalam kocokan telur sedikit demi sedikit sambil terus diaduk atau dikocok dengan kecepatan rendah.
  3. Masukkan santan dan margarin yang telah dilelehkan perlahan-lahan sambil terus diaduk/dikocok.
  4. Terakhir masukkan larutan ragi instan kedalam adonan dan aduk lagi hingga merata.
  5. Tutup adonan dan diamkan kira-kira 1 jam sampai adonan mengembang.
  6. Setelah adonan mengembang sempurna, panaskan catakan kue pukis (bisa juga cetakan martabak mini) dan olesi dengan margarin.
  7. Tuangkan adonan dan biarkan beberapa saat sampai setengah matang.
  8. Tambahkan coklat butiran/mesis untuk topping atau keju parut sesuai selera.
  9. Tutup dan biarkan hingga matang. Angkat.